1. Jelaskan mengenai mineral amorf termasuk sifat-sifatnya! (nilai 20)
Amorf merupakan mineral yang tidak digolongkan dalam mineral kristalin karena sulit untuk mengidentifikasi tipe strukturnya. Mineral amorf berupa alofan, imogolit, dan sesquioksida Al dan Fe. Amorf banyak ditemukan dari bahan vulkanik. Kemampuan untuk mempertukarkan sangat tinggi. Mineral amorf tergolong sangat bergantung pada nilai pH (dependent charge).
2. Jelaskan sifat kimia dari alofan yang hubungannya dengan KPK! (nilai 20)
Kemampuan dalam menukarkan kation dari mineral amorf sangat dipengaruhi oleh nilai pH. Pada pH tinggi, mineral amorf lebih banyak menukarkan kation sedangkan pada pH rendah lebih banyak menukarkan anion. Pada pH tertentu kemampuan untuk menukarkan kation seimbang dengan menukarkan anion. Kondisi ini disebut sebagai Point Zero of Charge (PZC).
3. Bagaimana untuk mengetahui ada tidaknya alofan dalam tanah di lapangan! Jelaskan prosesnya dan berapa kisaran angka pHnya! (nilai 20)
Kemampuan untuk mengikat atau menyerap katioan maupun anion yang paling besar terhadap mineral alofan adalah ion F-. Ion ini mampu merusak struktur alofan sehingga banyak senyawa OH yang semula berikatan dengan Al maupun Fe terlepas menjadi senyawa bebas yang akan menaikkan nilai pH. Semakin banyak alofan yang ada di dalam tanah tersebut, maka semakin rapuh struktur sehingga semakin banyak pula senyawa Al-OH ataupun Fe-OH yang bisa dirusak oleh NaF (ion F-). Akibatnya ion OH- yang dilepaskan ke dalam larutan tanah semakin tinggi sehingga akan menaikkan nilai pH tanah.
Hasil analisis pH NaF yang kurang dari 10 berarti tanah sedikit atau tidak mengandung alofan. Kandungan alofan cukup pada kisaran pH 10 sampai 11. Jika pH lebih dari 11 diduga kuat tanah tersebut mengandung alofan yang tinggi.
4. Jelaskan perbedaan sifat dari zeolit dan mineral alofan dalam hal kemampuan menyerap dan melepas senyawa air! (nilai 20)
Perbedaan sifat dari zeolit dan mineral alofan dalam hal kemampuan menyerap dan melepas senyawa air yaitu zeolit bersifat reversible atau dapat balik yaitu dengan kemampuannya dalam menyerap dan melepas air tanpa mengubah strukturnya, sedangkan alofan bersifat irreversible atau tidak dapat balik yaitu alofan dapat menyerap air tetapi jika mengering kemampuan tersebut sudah tidak ada yang diakibatkan rusaknya struktur alofan.
5. Mengapa alofan tidak dapat diidentifikasi dengan XRD? Sebutkan metode yang disarankan untuk mengidentifikasikannya! (nilai 20)
Alofan tidak dapat diidentifikasi dengan XRD (X-Ray Diffraction/Analisis Sinar X) karena mineral alofan bukan merupakan mineral kristalin, sedangkan identifikasi dengan XRD mendeteksi mineral kristalin berdasarkan sinar X yang dibiaskan oleh struktur atom yang menyusun mineral.
Metode yang disarankan untuk mengidentifikasikannya adalah analisis suhu (DTA) atau Mikroskop elektronik.